Pagi ini, seperti biasa, saya menyusuri jalan yang sama. Jalan yang membawa saya ke kampus. Melewati semacam perkampungan yang diriuhi anak anak bahkan orang tua, yang duduk duduk di teras rumah. Takseorang pun yang saya kenal, hanya sekedar pernah melihat karena kebiasaan mereka selalu menemani perjalanan limabelas menit saya setiap pagi. Mungkin suatu saat saya akan berbincang dan mengenal mereka lebih dekat entah untuk alasan apa.
Jalanan yang saya lewati merupakan sebuah gang yang juga memiliki cabang cabang kecil lain di beberapa tempat. Juga sebuah gang menuju komplek perumahan. Mata saya tersirobok pada suatu sosok. Sosok yang saya kenal betul selama satu semester. Sosok seorang teman yang senang akan kesendiriannya. Sosok yang mengenakan sweater abu abu dengan kupluk di kepala dan tas punggung. Sedangkan tampak depan, sosok itu selalu menyampirkan headset ke telinganya. Mungkin mendengar lagu kesukaannya atau mungkin sedang berbincang asik di telepon.
Sebelumnya saya sudah mengetahui bahwa seorang teman tinggal di daerah yang sama dengan saya. Tapi belum pernah sekalipun kami berpapasan di jalan. Atau seperti pagi ini saat saya melihat sosoknya yang berjalan dengan caranya yang khas, di depan saya, keluar dari arah kompleks perumahan. Sengaja saya pelankan langkah, pikiran saya bermunculan banyak pertanyaan. Dan kalimat “AHA, akhirnya hari itu datang juga”. Saya merangkai untaian kata yang sekarang saya tuangkan disini. Beberapa pertanyaan yang entah kapan akan saya tanyakan langsung padanya. Pada teman yang lebih suka menutup dirinya.
Bandung, 24 March 2011
No comments:
Post a Comment