Showing posts with label catatan hari. Show all posts
Showing posts with label catatan hari. Show all posts

Tuesday, February 11, 2014

KOPI

Menghirup aroma kopi sesaat setelah airpanas diguyur ke dalam cangkir adalah favoritku. Aroma nya ku jadikan terapi saat rasa ngantuk menominasi sore sore dalam hujan. Aroma nya ku jadikan pelepas rindu saat hari hari tanpa dia. Ya, dia. Yang telah membuat ku jatuh cinta lagi pada kopi dengan lebih.
Aku telah terbiasa dengan aroma kopi semenjak kecil. Ibuku yang seorang guru selalu meminum segelas kecil kopi panas di pagi hari sebelum berangkat kerja. Kopi hitam pabrikan yang dibeli di pasar daerah kami itu pintar sekali diracik Ibu. Aku? Jangan harap. Aku takbisa meracik kopi hitam menjadi minuman dengan aroma yang mengalahkan buatan Ibu. Juga rasa yang takpernah ku nikmati jikalau itu kopi hitam. Kesukaan ku adalah mencecap satu dua kopi Ibu. Hebatnya walaupun sudah dingin rasa kopi buatan Ibu tak luntur. Tak seperti kopi instan yang sering kunikmati sekarang. Aku taksuka kalau kopi ku dingin. Aku akan menghabiskannya saat sedang hangat-hangat kuku. Tidak seperti dia memang. Sering dia membiarkan kopinya dingin. Pernah pula tak dihabiskannya. Mubazir. Pertama pernah ku cicip kopi dingin yang ditinggalkannya itu, tak enak. Itu kali pertama ku bikinkan kopi untuknya. Dua pertiga bagian gelas. Kebanyakan. Setelah itu tak pernah salah, selalu hanya setengah gelas. Kental dan aromanya sempurna di hidung ku. Dan juga dihabiskannya.
Aku pernah bertanya padanya. Bagaimana kalau ku belikan cangkir dari porselen, pasti akan lebih sedap menikmati kopi dibanding gelas plastik? Dia bilang, tidak usah. Aku menurutinya, lagipula susah mencari cangkir kecil atau mug kecil yang pas takaran kopi kami. Ah, kami. Berapa lama aku menggunakan kata itu. Kami. Aku dan dia. Karena sore ini aku sendiri. Menghabiskan kopi ku sendiri. Tak ada asap rokok nya yang pasti hadir saat kopi menemani kami. Tak ada riuhnya saat mencari asbak. Tak ada kopi yang dibiarkan dingin. Karena kopi ku telah ku tenggak habis di tengah paragraph kedua tadi. Masih tak bisa membiarkannya dingin. Cukup hangat-hangat kuku. Itu favoritku. Dia juga, favoritku.

Kalijati-Antapani, 11 februari 2014

Monday, December 30, 2013

Masalah tanpa Masalah

Kita sering melihat masalah dari satu sisi. Lalu menyelesaikannya dari sisi tersebut tanpa memikirkan kalau mungkin saja sumber masalah berasal dari sisi lainnya.
Sebagai contoh, baru-baru ini saya membeli sekotak teh celup dari merk yang berbeda dari yang biasa saya konsumsi. Alasan karena tidak ada varian teh tersebut di merk biasa, dan merk yang saya pilih sekarang iklannya cukup menarik. Jadi walau harganya dua kali lipat dari biasa, saya abaikan saja. Setiba di rumah saya langsung menyeduh teh. Tapi apa dikata, rasanya sungguh tidak enak. Aromanya tajam. Saya pikir mungkin air yang saya gunakan yang salah (read: saya memanaskan air kran). Di kali kedua saya menyeduh teh dengan air mineral kemasan. Tapi sungguh, aroma tajam itu masih ada, aroma teh hijau yang saya inginkan tidak ada sama sekali. Saya cek lagi kotaknya, memastikan belum sampai masa kadaluarsanya (dan memang belum). Ah sudahlah, nanti saya beli saja merk biasa dan yang ini akan saya buang. Masalah selesai, pikir saya.
Sayangnya saya memang penggemar teh. Kopi di pagi hari hanya akan membuat perut saya tidak enak. Jadi pagi ini saya ingin sekali menyeduh teh sehabis sarapan. Kantung teh sudah siap tinggal menunggu air mendidih. Voila, kali ini teh saya tidak lagi berbau tajam. Tidak wangi memang, tapi enak. Bukan masalah kadaluarsa tapi wadah untuk menanak air yang sudah berkarat yang membuat teh beraroma tajam. Dan pagi ini saya menggunakan wadah lain. Begitu saja masalah saya selesai dengan baik.
Bukankah menyenangkan menyelesaikan masalah tanpa masalah?

Bandung, 31 desember 2013

Penghujung tahun yang dirintiki rinai hujan dan secangkir teh hangat

Friday, August 23, 2013

selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun XD

Yap, kemaren, 22 agustus 2013, saya genap berusia 26 tahun. Udah tuwir ya booow…
Deg deg an nya saya yah itu, kejutan apa  yang bakal dikasih pacar?
*Hehehe, kami pacaran sejak bulan juni lalu. Semoga tetap langgeng sampai ke jenjang yang lebih serius. Amin*

Well, menikah adalah salah satu doa terbesar saya di ulang tahun ini. Amboi, diantara teman-teman sekolah yang sekarang statusnya menjadi ibu rumah tangga, punya anak, dll, tentu bikin saya galau bin jengah. Apalagi dengan pertanyaan seperti “kapan nikah?” yang siap memborbardir hati dan pikiran :P .

Back to the day, udah dua hari ini si pacar bikin saya kesel. Gimana enggak, diajakin jalan kok kayak yang ga semangat. Ditanyain ini itu jawabnya “terserah kamu aja”. Ngajakin jalan-jalan kok yah ga jadi terus (sebenarnya yang ini lebih ke factor kesalahan saya). Plus satu hari sebelum ultah, dia nunjukin komen-komen an dia dengan mantannya *yang cantik dan muda* yang isinya kangen kangenan. Jlebb, mata udah berkaca kaca aja.

Lewat tengah malam, saya yang masih belum tidur terus harap harap cemas. Kok yah ga ada ucapan apa gitu dari pacar? Keselnya nambah lagi. Iseng, atau mungkin feeling, saya nyalain deh tuh wechat (ID nya: sucigustiah87 *ngarep di add*) dan jreenngg ada pesan dari pacar yang ngucapin selamat ulang tahun. Langsung deh bales, minta maaf karena sebelumnya sempet sms marah marah :P . tapi yang namanya udah pacaran, masa sih Cuma terima ucapan lewat wechat?? Masih ada sedikit kesal yang tersisa.

Di hari-H bener bener jadi hari paling panas buat saya. Pertama, duit yang ga cukup buat sekedar manjain diri buat beli kueh (akhirnya malam malam saya beli cornetto aja). Kedua, lha kok ya pacar saya ga bisa dihubungin, di sms ga dibales, ditelepon sibuk aja. Saya pasrah, mungkin tahun ini harus dilewatin sendiri aja sama kayak sebelumnya.
Jam delapan malam, pacar sms, bilang kalo dia udah didepan pagar. Nah loh, seneng kan tuh? Buka pagar, ajakin masuk dan taa – daa, dibawain kueh dua potong. Juga dikasih boneka yang dia ngotot bilang itu dolphin padahal mirip whale. Cuma sebentar ngerayainnya, tanpa lilin, tanpa lagu ulang tahun. Tapi priceless banget. Makasih yah sayank, love you full deh.



Nah dibawah sini foto penampakan birthday gift nya yang udah saya post juga di instagram (ID nya: sucigustiah87) dan moment di wechat, monggo difollow :P



once again, happy birthday to me XD

Saturday, March 16, 2013

Ibu KARTON


Besok, tepatnya tanggal 18 maret 2013, perkuliahan akan dimulai kembali di kampus saya, Universitas BSI Bandung dan kampus BSI lain di seluruh Indonesia. Kuliah lagi artinya belajar lagi, cari buku atau artikel referensi lagi, mencatat, meringkas, mengerjakan tugas, mengikuti mid test, uas, dlsb. Bagian meringkas dan mencatat tergantung pemikiran sang dosen. Terkadang malah takada catatan sama sekali yang diberikan dosen. Semua materi meluncur deras dari slide yang sudah lebih dulu di unduh oleh mahasiswa seminggu sebelum perkuliahan dimulai. Bahkan ada dosen yang cuma menggantungkan diri dan mahasiswanya (kami) pada materi yang ada di slide begitu saja tanpa ada tambahan referensi dari luar atau setidaknya pengetahuan sang dosen. Jadi benar atau tidak sesuatunya yah tergantung slide yang ada.
Kalau anda (pembaca) berada di tahun angkatan yang sama dengan saya (saya lulus SMA di tahun 2005, kelahiran 1987) mungkin mengenal dan ingat dengan istilah CBSA. CBSA dalam artian sebenarnya merupakan singkatan dari Cara Belajar Siswa Aktif. Dimaksudkan agar siswa yang sebelumnya hanya menerima suapan dari guru juga mulai aktif bertanya atau mungkin menyanggah pendapat guru yang mungkin ga update. Sayangnya tidak semua guru bisa menerima pendapat siswa dan membenarkannya. CBSA sendiri akhirnya mempunyai singkatan lain yaitu Catat Buku Sampai hAbis. Guru – guru meminta siswa memiliki buku referensi selain dari buku paket yang disediakan sekolah, kemudian meminta siswa membuat ringkasan dari pelbagai sumber sebagai tugas. Nantinya ringkasan ini akan dinilai oleh guru bersangkutan. Setelahnya guru bisa melakukan ulangan mendadak yang bahkan materinya ada yang tidak diketahui siswa dan tidak ada di buku referensi yang dimilikinya.
Tentu tidak semua guru begitu. Sepanjang ingatan saya ada satu orang guru yang menyediakan waktu, tenaga dan pikirannya untuk merangkum pelajaran di rumah kemudian membagikannya kepada siswa, mempunyai panggilan “Ibu Karton” di sekolah. Kebaikan hati guru saya ini adalah setiap kali mengajar beliau sudah menyediakan berlembar lembar materi yang telah dirangkum. Materi tersebut dituliskan di lembaran kertas karton dengan spidol. Pertama ibu guru akan menerangkan materi untuk kemudian kami, para siswa, menulis rangkuman materi yang telah ditempel di papan. Cara mengajar seperti ini mirip dengan slide slide yang ada di powerpoint atau pdf yang sekarang ini dengan mudahnya ditembakkan dengan in-focus atau projector. Ada begitu banyak pilihan font, untungnya saat itu tulisan guru saya indah dilihat dan dibaca, ada banyak pilihan background, warna, gambar yang bisa disisipkan. Guru saya saat itu, di usianya yang tidak muda lagi begitu menyayangi kami. Bisa saja kan, ibu guru memilih menuliskan materi pelajaran di kertas hvs untuk kemudian kami membayar iuran fotokopi tanpa harus repot menyalinnya kembali. Tapi tidak ada opsi seperti itu. Opsi memungut bayaran dari siswa hanya akan memancing keributan. Uang merupakan hal yang paling pelik dan kalau bisa jangan sampai diusik. Penambahan buku referensi diluar buku cetak dari sekolah saja sudah menimbulkan omongan panjang dari orangtua siswa. Tidak semua memang, tapi pasti selalu ada.
Saat teringat lagi hal ini sekarang, mungkin saat itu Ibu guru melihat metode pembelajaran dengan menggunakan slide yang ditembakkan dengan proyektor dan ingin menerapkannya di sekolah kami. Namun karena keterbatasan dana dan peralatan, ibu guru memilih untuk melakukan sesuatu dengan kreatifitasnya sendiri. Menuliskan rangkuman materi di kertas karton, terkadang kertas minyak alih alih menggunakan komputer dan proyektor yang tidak mungkin (pada saat itu) disediakan oleh sekolah.
Ini hanya sebuah tulisan untuk mengingat kebaikan hati seorang guru yang sayangnya saya tidak ingat nama beliau yang sebenarnya. Terima kasih guru, jasamu takkan kulupakan sepanjang umurku. *17 maret 2013, bandung*

Friday, March 15, 2013

Sepatu Baru :3

as like the judul, tulisan ini mengangkat kisah tentang sepatu baru yang baru saja saya beli hari ini, jumat 15 maret 2013. sebenarnya sepatu yang saya beli sama seperti sepatu kebanyakan yang sedang laris di pasaran saat ini. dengan harga yang juga hampir hampir mirip dengan yang saya lihat di online shop yang ada di facebook (eh sebenarnya lebih murah sih). dan inilah penampakan sang sepatu:



lagi lagi sepatu berwarna merah!! (ini sepatu ketiga yang saya miliki yang memiliki unsur warna merah). well, sebelumnya saya bermaksud membeli sepatu ini lewat online shop, tapi apa daya online shop yang (mungkin) saya percaya hanya menyediakan sepatu ini secara pre-order yang artinya masih ada waktu lagi untuk menunggu hingga sepatu ini sampai di tangan saya. dan itu benar benar bikin males! kenapa? karena saya sedang ingin sekali punya sepatu baru.
Nah ini sepatu saya beli di ground floor di Lucky square - antapani, stand nya di depan Yogya. harganya Rp 65.000 saja. dasar saya memang begini, begitu ketemu satu barang yang disuka langsung tanpa ba-bi-bu minta teteh penjualnya ngebungkus, tanpa nego harga lagi (well, saya juga ga bisa tawar menawar). waktu bayar dengan selembar uang 100ribu, sang penjual meminta uang 10ribu, trus kembaliannya dikasih 50ribu, katanya uang penglaris atau apalah gitu. saya senyum senyum saja, toh yang saya inginkan udah ditangan. 
sebenarnya waktu sedang pilih pilih warna saya bingung mau beli yang biru (maaf ga ada fotonya) atau yang merah ini. Trus si aa penjualnya bilang (penjualnya aa dan teteh) warna yang laris itu merah dan nude. karena baru baru ini saya beli sepatu yang warna nya nude, jadi ga terlalu pengin beli lagi yang warnanya sama. but yah finally i choose the red one, haha. udah terlanjur cinta sih yah ama warnanya, jadi ga mikir ampe seribu kali lagi. 

semoga akan banyak kenangan yang terukir diantara kami, dan semoga sepatu ini berumur panjang. amiiiiiiiinnnnn :D