Wednesday, April 27, 2011

bisakah, sanggupkah, mungkinkah?

bisakah saya bertahan? dengan angka angka yang semakin bertambah untuk dikejar. waktu yang terasa semakin cepat melintas. dan rupiah yang tetap sama dari bulan ke bulan.
bisakah saya bertumbuh? mencapai target. mewujudkan mimpi mimpi manis yang saya lihat begitu gemerlap. membawa kejayaan pada diri dan semua.
menyesal? ya, terkadang. saat menyadari pundi pundi semakin menipis, target terasa begitu jauh dan orang orang yang memulai di waktu yang sama sudah mengepakkan sayap mereka begitu lebar dan jauh melampaui saya.
senangkah? ya, lebih banyak. karena akhirnya saya bisa memiliki barang yang dulunya cuma bisa saya lihat di majalah, dalam pose pose para supermodel. satu langkah menjadi pribadi dengan penampilan menarik, pikir saya. walaupun masih belum terkumpul keberanian yang cukup untuk mengubah penampilan yang biasa biasa ini.
tapi untuk berhenti dan meninggalkannya begitu saja di tengah jalan, rasanya begitu berat. saya mulai menyukai dunia baru ini. bukan dunia maya seperti yang saya jelajahi setiap hari. bukan perkuliahan yang diisi dengan pembelajaran yang berkutat di hal yang sama. saya menyukainya seperti saya menyukai komik komik yang saya koleksi. yang membuat saya rela hanya makan mie instan untuk bisa membeli dua atau tiga komik yang terbit di hari yang sama. walau harga yang diperlukan untuk tetap bertahan akan meningkat pesat lebih dari harga komik yang naik dalam setahun sekali.
model di katalog memandang saya dengan tatapan sedih. ah saya merasa begitu menyedihkan.
saya tahu kemampuan ekonomi saya tidak bisa membawa saya untuk memiliki semua hal yang saya inginkan. bulan kemarin saya memaksapakaikan uang belanja saya untuk mencapai target. tapi bulan ini saya berpikir dua kali. uang belanja bisa saya pakai untuk sekedar membeli oleh oleh saat saya pulang nanti.
sekarang saya bisa apa? begitu ingin mewujudkan niat untuk memberikan bonus di bulan kedua ini untuk seseorang di hari bahagianya nanti. saya tahu orang itu tak mungkin mau memaksa saya, tapi saya tetap ingin memberikan satu yang baik untuknya. walau saya harus sedikit berurusan dengan perut. saya juga tak ingin hanya mengejar bonus lalu kelelahan setelah bonus bonus sirna. saya ingin jika saya bisa melewati semua target bonus di tiga bulan pertama ini, nantinya saya akan lebih berusaha untuk menaikkan level. seperti semua games yang saya mainkan. mengejar target tertinggi adalah kesenangan dan kepuasan. lalu kenapa tidak saya anggap saja semisal dunia baru ini adalah salah satu game yang sedang saya mainkan.
lihatlah, sekarang saya bersemangat lagi. ahh menulis memang menyenangkan. membuat semua galau di dada menghilang.
sudah jam 11 lewat 20 menit malam sekarang.

Wednesday, March 23, 2011

Teman Perjalanan Pagi ini

Pagi ini, seperti biasa, saya menyusuri jalan yang sama. Jalan yang membawa saya ke kampus. Melewati semacam perkampungan yang diriuhi anak anak bahkan orang tua, yang duduk duduk di teras rumah. Takseorang pun yang saya kenal, hanya sekedar pernah melihat karena kebiasaan mereka selalu menemani perjalanan limabelas menit saya setiap pagi. Mungkin suatu saat saya akan berbincang dan mengenal mereka lebih dekat entah untuk alasan apa.

Jalanan yang saya lewati merupakan sebuah gang yang juga memiliki cabang cabang kecil lain di beberapa tempat. Juga sebuah gang menuju komplek perumahan. Mata saya tersirobok pada suatu sosok. Sosok yang saya kenal betul selama satu semester. Sosok seorang teman yang senang akan kesendiriannya. Sosok yang mengenakan sweater abu abu dengan kupluk di kepala dan tas punggung. Sedangkan tampak depan, sosok itu selalu menyampirkan headset ke telinganya. Mungkin mendengar lagu kesukaannya atau mungkin sedang berbincang asik di telepon.

Sebelumnya saya sudah mengetahui bahwa seorang teman tinggal di daerah yang sama dengan saya. Tapi belum pernah sekalipun kami berpapasan di jalan. Atau seperti pagi ini saat saya melihat sosoknya yang berjalan dengan caranya yang khas, di depan saya, keluar dari arah kompleks perumahan. Sengaja saya pelankan langkah, pikiran saya bermunculan banyak pertanyaan. Dan kalimat “AHA, akhirnya hari itu datang juga”. Saya merangkai untaian kata yang sekarang saya tuangkan disini. Beberapa pertanyaan yang entah kapan akan saya tanyakan langsung padanya. Pada teman yang lebih suka menutup dirinya.

Bandung, 24 March 2011

Saturday, March 12, 2011

Hati Hati

Siang ini saya belajar tentang hati. Membuka sembarang halaman di buku TOGOG, saya menemukan tulisan tentang Hati. Hati orang siapa yang tahu, begitu banyak yang bicara seperti ini bukan.

Menilik diri sendiri, saya juga tidak tahu bagaimana dengan milik saya ini. Apakah hati saya bersih atau tidak. Apakah hari ini, sehari penuh, hati saya akan dipenuhi kesenangan dan keceriaan atau tidak. Saya pun taktahu. Mungkin saja siang nanti, saat panas menggantikan kabut yang menusuk tulang pagi ini datang, hati saya pun menjadi panas, gerah lalu berubah amarah.

“Hati hati dengan hati// Hati hati mencari hati//”
Tiba tiba saya teringat sepenggal lagu. Yang menyanyikannya saya lupa siapa.
Hati hati dengan hati. Mungkin maksudnya berhatihatilah dengan hati orang lain. Jangan sampai menyakiti hati orang lain. Sebaiknya senangkanlah hati lain agar hatimu juga akan mendapatkan rasa senang yang mungkin lebih besar dari yang bisa kau berikan pada orang lain.
Hati hati mencari hati. Mendapatkan teman dekat atau kekasih bukanlah hal yang mudah bukan. Kita harus tahu bagaimana hatinya, bagaimana pengaruhnya terhadap hati kita. Tentu saja takada yang ingin punya kekasih yang hanya bisa membuat sakit hati. Teringat lagu Meggy Z,

“daripada sakit hati // lebih baik sakit gigi ini”.

Sebenarnya hati itu ada di sebelah mana dalam diri kita? Apakah berwujud? Dalam pelajaran biologi tentang anatomi, takditemukan hati. Adanya liver, jantung, dan paru. Tentunya takbisa disamakan dengan “ati-ampela” bukan. Saat sakit hati, senang hati, selalu yang kita tunjuk adalah dada(qalb). Tapi, “hati itu sendiri bukanlah gumpalan daging yang jika kau lemparkan sepuluh buah ke arah seekor anjing tidak akan membuatnya kenyang”. (Ahmad Sam’ani dalam Ruh-ruh yang tenang dalam menjelaskan namanama Raja Sang Penakluk)

Ada baiknya kita menjaga hati agar tetap bersih, mungkin tidak bersih sepenuhnya seperti bayi yang baru lahir, namun sebisamungkin jangan menambah virus virus yang bisa merusak hati.

Saturday, February 26, 2011

Penonton

Siang ini, setelah semua pekerjaan rumah terselesaikan, saya mulai bertanya. Apa yang sebenarnya saya cari di dunia maya? Apa untungnya setiap hari saya berselancar di dunia yang sebenarnya tak begitu saya respon? Saya mengikuti jejaring social sama seperti anda anda yang lain. Tapi hanya sekedar mengikuti. Berbagi informasi? Rasanya belum pernah. Memberi komentar atau berkicau jarang sekali saya lakukan.
Modem dan laptop sekarang ini hanyalah alat bagi saya untuk lari dari kenyataan dunia. Lari dari kehidupan social yang seharusnya saya masuki dan berandil di dalamnya. Saya sering menolak ajakan ibu kost untuk mampir ke rumahnya jika saya bosan. Penolakan saya selalu berkutat di hal yang itu itu saja. “Online, online dan online”. Keluar kamar hanya sya lakukan kalau harus ke kamar kecil, membeli makanan dan lauk, atau membuang sampah, mandi dan mencuci. Delapan jam dalam sehari saya habiskan untuk tidur, dua jam untuk hal hal yang saya sebutkan tadi, dan sisanya EMPAT BELAS jam saya habiskan untuk duduk di depan computer. Berselancar dari jejaring social yang satu ke yang lain.
Selama ini saya selalu membiasakan diri untuk mendengar. Berita atau kabar di dunia nyata , saya ketahui dari pendengaran saya alih alih bertanya langsung pada sumber berita. Saya juga membiasakan diri untuk membaca. Hanya membaca atau melihat, tanpa ada tanggapan balik untuk merespon hal yang saya anggap tak masuk akal atau ada kesalahan dari hasil pembacaan dan penglihatan saya.
Saya hanya menjadi penonton bagi anda anda semua yang sibuk dengan masalah ini dan itu.
Bandung, 27 February 2011

ngejepret

Baru saja saya membuat ramai dua rumah. Sekarang pukul 18.40, kejadiannya sekitar lima menit yang lalu. Takaada lauk dan nasi, jadi saya memutuskan untuk membuat mie rebus. Bukan direbus sebenarnya, tapi hanya disiram air panas. Karena itu saya harus memasak air. Saya mendidihkan segelas air dengan teko listrik dan sementara menunggu saya meneruskan browsing.
“Cetek”..
Saat air di teko mendidih, saat itu pulalah aliran listrik terputus. Bukan hanya kamar kost saya tapi juga sebagian rumah ibu kost yang dialiri dari sumber yang sama. Saya keluar kamar bermaksud melapor pada ibu kost, tapi bapak kost lebih dulu keluar rumah dan melihat keadaan kamar saya yang gelap gulita dari pintu dapur.
“Cetek”
Kali ini suara sekring yang dikembalikan ke posisi ON oleh bapak. Dan tak dinyana, lampu kamar mandi yang sudah mati selama dua hari ini menyala kembali. Saya merasa bersalah karena memasak air dengan teko yang bervoltase tinggi sambil tetap menyolokkan kabel laptop, tapi juga senang karena takperlu gelap-gelapan lagi kalau harus menggunakan kamar mandi, apalagi di malam hari.
Bandung, 26 February 2011

Saturday, February 19, 2011

batuka tando

hari ini, minggu 20 februari 2011, kakak gw mengikuti prosesi batuka tando.suatu prosesi menjelang akad nikah yang insyaallah akan dilaksanakan bulan mei nanti. sebagai orang minang, gw sendiri udah lupa akan adat tradisi ini.
saat mendengar kakak dilamar, rasanya senang juga, tapi yang terlintas di pikiran akan hanya ada proses akad nikah dan resepsi. karena gw tinggal di rantau, yah gw hanya perlu memesan tiket perjalanan untuk acara bulan mei nanti. tapi hari ini rasanya sedih karena gw ga bisa ikut menyaksikan acara pertunangan kakak yang udah samasama ngelewatin suka duka selama duapuluhtiga tahun ini. memang kami sering bertengkar kecil tapi hal sebesar ini rasanya sayang banget buat dilewatin begitu saja. tadinya gw pikir ga kan ketinggalan banyak hal karena cuma perlu hadir di akad nikah dan resepsinya. tapi setelah mendengar dari kakak tentang acara hari ini, rasanya jadi ingin pulang. kalo bisa membantu barang sedikit mungkin hati ini akan lebih tentram dan nyaman. yang bisa gw lakuin sekarang cuma berdoa agar semua acaranya diberi kelancaran n kesuksesan oleh Allah, juga semua keluarga dari kedua belah pihak diberi keselamatan hingga semua acara terselesaikan.
amiinnn......

Thursday, February 17, 2011

toilet

kost baru, lingkungan baru, keluarga baru. menyenangkan memang. keluarganya ramah ramah, cucunya lucu dan lagi bawelbawelnya, dan yang paling penting hampir tiap hari ada hantaran makanan ke kamar. ga kayak kost sebelumnya yang pisah jauh dengan pemilik kost, kost yang sekarang satu halaman dengan rumah pemiliknya. tepatnya di bagian belakang rumah yang sedianya dipakai untuk garasi. ada tiga kamar, dan dua kamar lagi masih belum terisi. maklum masih dua bulan kost ini berdiri dan saya adalah penyewa pertama. kamarnya adem. ukuran 3x4meter, udah ada tempat tidur+kasur, lemari, dan meja belajar. lingkungan yang nyaman, tenang cocok buat belajar. waah.. ga terasa udah jadi ikuta promosi..

tapi ya, sebagusbagusnya sesuatu pasti ada kurangnya juga. awalnya seh ga masalah, tapi kesininya jadi susah. masalahnya, kamar mandi didirikan di luar kamar dan itu benar benar di luar. jadi kalau hujan yah, siapsiap lah berbasah ria sebelum masuk kamar mandi. dan yang paling ga enaknya, kalo tiba tiba pengin buang air pas malam malam. kebayang ga tuh? ke kamar mandi yang mungkin lampunya sempet dimatiin sebelum tidur, hujan pula.. nah kalo tiba tiba aliran gimana..???